Jumat, 10 November 2017

NERACA PERDAGANGAN INTERNASIONAL



TUGAS EKONOMI INTERNASIONAL


Nama : Mukhammad Mustafirin
Nim : C1A014032
Dosen Pengampu : Suharno SE, M.Si
IESP A

Ilmu ekonomi dan studi pembangunan
Fakultas ekonomi dan bisnis
                                                                                   
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2017





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Ekonomi dan perdagangan merupakan isu yang paling penting saat ini, faktor penyebabnya menurut sudut h pandang ekonomi tidak hanya melibatkan prospek-prospek pertumbuhan ekonomi yang berarti pula kemakmuran masyarakat, namun sekaligus melibatkan kepentingan negara dan aktor lainnya. Kepentingan-kepentingan yang muncul ini kemudian saling bersaing antara masyarakat dengan perusahaan dan antara negara-negara maju ataupun negara berkembang. Kita dapat melihat bahwa battle of ground perdagangan akan melibatkan tiga sisi kekuatan dan kepentingan yang dalam hal saling bersaing, yakni antara masyarakat dengan perusahaan, negara maju dengan negara berkembang, dan antara negara maju itu sendiri.

Melihat perkembangan ekonomi internasional sekarang ini, serta semakin ketatnya persaingan di dalam dunia ekonomi di era globalisasi ini, dimana transaksi-transaksi yang muncul dalam ekonomi internasional menyebabkan uang mengalir dari suatu negara ke negara lain (arus dana internasional) maka dari itu suatu negara harus bersaing dengan penduduk negara lain untuk menciptakan aliran dana masuk ke negaranya lebih tinggi jika dibandingkan dengan aliran dana keluar dari negaranya.

Neraca perdagangan ialah sebuah istilah untuk menggambarkan perbedaan selisih antara ekspor dan impor. Neraca perdagangan yang positif berarti negara tersebut mengalami ekspor yang nilai moneternya melebihi impor yg bisa disebut surplus perdagangan. Perdagangan internasional melibatkan berbagai transaksi ekonomi antara satu negara dengan negara lain. Transaksi ekonomi tersebut kemudian dicatat dalam bentuk neraca. Neraca perdagangan internasional merupakan salah satu komponen penting dalam neraca pembayaran internasional.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan neraca perdagangan internasional?
2.      Apa sajakah jenis-jenis neraca perdagangan internasional?
3.      Apa saja unsur-unsur yang ada dalam neraca perdagangan internasional?
4.      Apakah manfaat dari neraca perdagangan internasional?
5.      Bagaimanakah balance dalam suatu neraca perdagangan?
6.      Apa yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan neraca perdagangan di suatu negara?
7.      Bagaimanakah perkembangan neraca perdagangan internasional?
8.      Adakah contoh kasus dan kerjasama dalam neraca perdagangan internasional?

C.     Tujuan

1.      Dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan neraca perdagangan internasional.
2.      Dapat menyebutkan jenis-jenis neraca perdagangan internasional.
3.      Dapat menyebutkan unsur-unsur dalam neraca perdagangan internasional.
4.      Dapat menjelaskan manfaat dari perdagangan internasional.
5.      Dapat menjelaskan balance dalam suatu neraca perdagangan.
6.      Dapat menjelaskan penyebab ketidakseimbangan dalam suatu neraca perdagangan.
7.      Dapat menjelaskan bagaimana perkembangan neraca perdagangan internasional.
8.      Dapat memberikan contoh kasus dan kerjasama dalam neraca perdagangan internasional.























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan Internasional adalah suatu catatan yang memuat atau mencatat semua transaksi ekspor dan transaksi impor barang suatu negara. Neraca perdagangan dibuat agar suatu negara dapat mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan. Keadaan neraca suatu perdagangan ada tiga kemungkinan yaitu surplus, defisit, atau seimbang (www.ilmuekonomi.net).  Neraca perdagangan dikatakan defisit bila nilai ekspor lebih kecil daripada nilai impornya dan dikatakan surplus bila ekspor barang lebih besar daripada impornya. Dan dikatakan neraca perdagangan yang seimbang jika nilai ekspor suatu negara sama dengan nilai impor yang dilakukan negara tersebut.

B.     Jenis – Jenis Neraca Perdagangan Internasional

Secara umum, neraca pembayaran terbagi menjadi tiga jenis, antara lain :
1)   Neraca Perdagangan Defisit
Neraca perdagangandefisit adalah neraca perdagangan yang menunjukkan jumlah transaksi pembayaran luar negeri (disebut transaksi debet) lebih besar dibandingkan transaksi penerimaan dari luar negeri (disebut transaksi kredit).
2)   Neraca Perdagangan Surplus
Neraca perdagangan surplus adalah neraca pembayaran yang menunjukkan transaksi debet lebih kecil dibandingkan transaksi kredit.
3)   Neraca Pembayaran dan Perdagangan Seimbang
Neraca perdagangan Seimbang adalah neraca pembayaran yang menunjukan transaksi debet sama dengan transaksi kredit

C.     Unsur-Unsur Neraca Perdagangan Internasional

1)        Transaksi Barang dan Jasa
Transaksi ini meliputi transaksi ekspor maupun impor barang serta jasa, disebut pula transaksi sedang berjalan (current account). Dalam hal ekspor barang meliputi barang-barang yang dapat dilihat secara fisik contohnya ekspor kayu, minyak dan gas, cengkeh dan sebagainya. Ekspor jasa meliputi jasa-jasa angkutan, turis, asuransi dan sebagainya, dalam transaksi jasa ini termasuk pula pendapatan dari investasi modal di luar negeri. Ekspor barang dan jasa merupakan transaksi kredit sebab transaksi ini menimbulkan hak untuk menerima pembayaran (terjadinya aliran dana masuk) (Nophirin, 1991: 166).

Transaksi impor barang meliputi misalnya barang-barang konsumsi, bahan mentah untuk industri dan kapital, sedang impor jasa meliputi pembelian jasa-jasa dari penduduk negara lain. Termasuk dalam impor jasa adalah pendapatan bunga, dividen tau keuntungan untuk modal yang ditanam di dalam negeri oleh penduduk negara lain. Impor barang-barang dan jasa merupakan transaksi debet sebab transaksi ini menimbulkan kewajiban untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain (terjadinya aliran dana ke luar negeri) (Nophirin, 1991: 167).


2)   Transaksi Modal
Transaksi modal terdiri atas :
a.                             Transaksi modal jangka pendek, yang meliputi :
·      Kredit untuk perdagangan dari negara lain (transaksi kredit) atau kredit perdagangan yang diberikan kepada penduduk negara lain (transaksi debet).
·      Deposito bank oleh penduduk domestik di luar negeri (transaksi debet) atau deposito bank di dalam negeri milik penduduk negara lain (transaksi kredit).
·      Pembelian surat berharga luar negeri jangka pendek (transaksi debet) atau penjualan surat berharga dalam negeri jangka pendek kepada penduduk negara lain (transaksi kredit).
b.                            Transaksi modal jangka panjang, yang meliputi :
·      Investasi langsung di luar negeri (transaksi debet) atau investasi asing di dalam negeri (transaksi kredit).
·      Pembelian surat-surat berharga jangka panjang milik penduduk negara lain (transaksi debet) atau pembelian surat-surat berharga jangka panjang dalam negeri oleh penduduk negara lain (transaksi kredit).
·      Pinjaman jangka panjang yang diberikan kepada penduduk negara lain (transaksi debet) atau pinjaman jangka panjang yang diterima dari penduduk negara lain (transaksi kredit) (Nophirin, 1991: 168).

Jadi dapat kita lihat bahwa setiap transaksi modal yang menyebabkan kenaikan (penurunan) kekayaan suatu negara di luar negeri merupakan aliran modal keluar (masuk) atau merupakan transaksi debet (kredit). Setiap transaksi modal yang menyebabkan kenaikan (penurunan) kekayaan asing di dalam negeri merupakan aliran modal masuk (keluar) atau merupakan transaksi debet (kredit).

3)   Transaksi Satu Arah (Unilateral Transfer)
Transaksi satu arah adalah transaksi yang tidak menimbulkan kewajiban untuk melakukan pembayaran, misalnya hadiah (gifts) dan bantuan (aid) (Nophirin, 1991: 169). Jika suatu negara memberikan sebuah hadiah ataupun bantuan kepada negara lain, maka hal tersebut adalah transaksi debet. Kemudian jika suatu negara menerima sebuah hadiah atau bantuan dari negara lain merupakan transaksi kredit.

4)   Selisih Perhitungan (error and ommission)
Rekening ini ialah rekening penyeimbang apabila nilai-nilai transaksi kredit tidak persis sama dengan nilai-nilai transaksi debet (Nophirin, 1991: 169). Adanya rekening selisih perhitungan ini dapat kita ketahui bahwa jumlah total nilai sebelah kredit dan debet dari suatu neraca pembayaran internasional akan selalu sama (balance).

5)   Lalu Lintas Moneter
Transaksi lalu lintas moneter sering disebut “accomodating” dikarenakan transaksi ini timbul sebagai akibat dari adanya transaksi lain. Transaksi lain tersebut sering disebut “autonomous” sebab transaksi lain tersebut timbul dengan sendirinya, tanpa dipengaruhi oleh transaksi lain. Transaksi yang termasuk dalam transaksi autonomous adalah transaksi-transaksi yang sedang berjalan, transaksi kapital serta transaksi satu arah. Perbedaan antara transaksi autonomous debet dengan kredit diseimbangkan dengan transaksi lalu lintas moneter. Transaksi ini timbul diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara transaksi autonomous debet dan kredit (Nophirin, 1991: 169).

D.    Manfaat Neraca Perdagangan

a.    Sebagai tolak ukur arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan pihak terkait. Neraca Perdagangan sebagai salah satu alat untuk menentukan arah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah dan pihak terkait. Dalam hal ini untuk pelaku kegiatan ekonomi internasional.
b.    Untuk mengetahui besaran jumlah pengeluaran dan pendapatan suatu negara. Neraca Perdagangan berfungsi sebagai pemberi informasi jumlah atau besaran angka ekspor maupun impor. Jika nilai ekspor lebih tinggi maka dapat dikatakan surplus atau kelebihan pendapatan. Sebaliknya apabila nilai ekspor lebih kecil dari impor maka dikatakan sebagai defisit atau keadaan yang tidak menguntungkan.
c.    Menjadi informasi kegiatan ekonomi internasional, dalam hal ini menjadi sumber informasi perdagangan internsional. Ketika suatu negara mengalami peningkatan ekspor maupun impor, maka negara lain akan mengetahui dan dapat melakukan pertimbangan untuk menjalin kerjasama.

E.     Balance Dalam Suatu Neraca Perdagangan

1)   Basic Balance
Basic balance terdiri dari balance dalam transaksi yang sedang berjalan (current account balance) kemudian ditambah dengan transaksi modal jangka panjang. Basic balance akan berubah – ubah jika terjadi perubahan prinsipil dalam perekonomian seperti perubahan harga, kurs valuta asing dan pertumbuhan ekonomi. Basic balance memberikan informasi tentang akibat perubahan perkonomian terhadap neraca pembayaran, yitu berakibat pada pada aliran modal jangka pendek (Nophirin, 1991:170).
2)   Balance Transaksi “Autonomous”
Balance ini terdiri dari basic balance ditambah dengan aliran modal jangka pendek. Dalam hal ini pemerintah seharusnya lebih memperhatikan balance transaksi autonomous daripada basic balance sebab kenyataanya aliran midal jangka pendek jarang sekali sama dengan nol. Defisit atau surplus suatu neraca pembayaran dilihat dari balance transaksi autonomous yang kemudian tercermin dalam transaksi accomodating yaitu aliran modal pemerintah jangka pendek.
3)   Liquidity balance
Konsep ini dikembangkan di Amerika Serikat untuk mengukur posisi neraca pembayarannya. Perbedaan dengan balance autonomous adalah perlakuan terhadap pemilikan kekayaan (assets) jangka pendek. Kekayaan asing (seperti surat berharga jangka pendek atau deposito bank) yang dimiliki oleh penduduk Amerika diperhitungkan sebagai faktor yang mempengaruhi ketidakseimbangan neraca pembayaran (Nophirin, 1991: 172).





F.      Sebab – Sebab Suatu Negara Dapat Mengalami Ketidakseimbangan dalam Neraca Perdagangan Internasional.

1)   Ekspor dan Impor dapat berubah-ubah karena musim (seasonal disequilibrium)
2)   Perubahan di dalam pendapatan sebagai akibat kebijaksanaan harga, tingkat bunga atau kesempatan kerja dari negara lain dapat menimbulkan ketidakseimbangan (cyclical disequilibrium).
3)   Kemajuan tekhnik (misalnya: penemuan karet sintetis dapat menyebabkan ketidakseimbangan/defisit negara penghasil karet alam).
4)   Aliran modal sebagai akibat kegiatan spekulasi (Nophirin, 1991: 180).

G.    Perkembangan Neraca Perdagangan 1997 – 1998

Perkembangan neraca perdagangan pada tahun 1997 - 1998 mendapat tekanan cukup berat sebagai akibat adanya arus modal keluar yang cukup besar dan beban pembayaran hutang luar negeri yang meningkat. Pada tahun 1997 - 1998, keseluruhan ekspor Indonesia sebesar US$ 56,2 miliar atau hanya meningkat sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan terbesar berasal dari ekspor nonmigas yaitu sebesar 17,0 persen menjadi US$ 45,9 miliar, sedangkan    ekspor migas turun sebesar 19,8 persen menjadi US$ 10,2 miliar. Penurunan cukup besar pada nilai ekspor migas ini disebabkan oleh melemahnya permintaan dunia dan memburuknya harga minyak bumi di pasaran internasional(http://www.anggaran.depkeu.go.id/). Dengan demikian, peranan ekspor nonmigas terhadap keseluruhan nilai ekspor meningkat dari 75,5 persen pada tahun 1996 - 1997 menjadi 81,8 persen pada tahun 1997 - 1998.

Depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang utama dunia yang cukup tajam sejak bulan Juli 1997 telah mempengaruhi permintaan barang-barang impor sehingga nilainya turun sebesar 6,8 persen menjadi US$ 42,7 miliar pada tahun 1997 - 1998. Semakin mahalnya harga-harga produk bahan baku dan barang modal telah menyebabkan berkurangnya aktivitas impor non migas sehingga nilainya turun sebesar 6,1 persen menjadi US$ 38,6 miliar. Demikian pula impor migas turun sebesar 13,0 persen menjadi US$ 4,1 miliar.

Dalam waktu yang bersamaan, defisit sektor jasa-jasa sedikit meningkat dari US$ 14,3 miliar pada tahun 1996 - 1997  menjadi sebesar US$ 15,2 miliar pada tahun 1997 - 1998. Membesarnya defisit ini berasal dari defisit jasa-jasa migas yang meningkat sebesar US$ 1,1 miliar, sedangkan defisit jasa-jasa nonmigas menurun sebesar US$ 0,2 miliar. Penerimaan devisa jasa-jasa masih tetap mengandalkan sektor pariwisata dan pendapatan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Sebagai negara berkembang yang masih memerlukan sumber dana, transaksi berjalan Indonesia selalu mengalami defisit. Kegiatan impor menurun dengan drastisnya akibat depresiasi rupiah yang tajam telah menurunkan besarnya defisit transaksi berjalan dari US$ 8,1 miliar (-3,5 persen terhadap PDB) pada tahun 1996 - 1997 menjadi hanya US$ 1,7 miliar (-1,2 persen terhadap PDB) pada tahun 1997 - 1998 (http://www.anggaran.depkeu.go.id/).


H.    Contoh Kasus

NERACA PERDAGANGAN INDONESIA SURPLUS 738 JUTA DOLLAR AS FEBRUARI 2015.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 mengantongi surplus sebesar 738,3 juta dollar Amerika Serikat (AS), di mana kinerja ekspor sebesar 12,29 miliar dollar AS sementara impor sebesar 11,55 miliar dollar AS. Neraca perdagangan pada bulan Februari mengalami surplus sebesar 738,3 juta dollar AS, yang dipicu oleh surplus neraca migas sebesar 170 juta dollar AS dan surplus neraca non-migas sebesar 570 juta dollar AS terhadap Amerika Serikat (http://setkab.go.id/)

Analisa:

Dari contoh kasus diatas kita dapat melihat bahwa pada bulan Februari 2015 neraca perdagangan Indonesia terhadap Amerika Serikat mengalami surplus. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia pun dapat bersaing dengan produk – produk dengan negara lain terutama produk non migas hingga mencapai 570 juta dollar AS. Hal ini pun juga selaras dengan ungkapan J.S Mill dalam teori comparative advantage yang menyatakan bahwa setiap negara akan mengekspor suatu barang yang memiliki comparative advantage dan mengimpor barang yang memiliki comparative disadvantage. Ini dibuktikan dengan produk –produk non migas yang mengalami surplus.
Jika Indonesia ingin terus menerus mengalami surplus pada neraca perdagangan internasionalnya, tidak cukup hanya mengandalkan comparative advantage nya saja. Upaya-upaya untuk memberikan nilai keunggulan kompetitif pada seluruh produk non migas dapat menjadi pendorong daya saing produk yang dihasilkan. Kita dapat melihat bahwa keunggulan komparatif tidak lagi cukup untuk memenangkan kompetisi, peran pemerintah sangat dibutuhkan disini untuk membuat para pelaku bisnis Indonesia mampu unggul berdaya saing tinggi dalam bidang ekonomi, terutama produk non migas.
Tantangan pada era sebelumnya yaitu perang dingin lebih kearah politik dan militer saja. Pada era ini tantangan ekonomi ini sangat ketat, apalagi dengan masuknya Indonesia ke dalam TPP (Trans Pacific Partnership). Masuknya Indonesia ke dalam TPP dideklarasikan langsung oleh Presiden Jokowi di Gedung Putih pada Oktober 2015. Hal ini pun sejalan dengan upaya peningkatan pertumbuhan perekonomian, upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong perdagangan global, dan dengan masuknya Indonesia ke dalam TPP diharapkan peningkatan nilai perdagangan terutama ekspor Indonesia.

INDONESIA DENGAN PERU
Hubungan diplomatik Indonesia-Peru resmi dibuka pada tanggal 12 Agustus 1975. Pemerintah Peru telah membuka kedutaan Besar di Jakarta sejak 1 November 1992. Sesuai asas resiprositas serta dengan keinginan untuk meningkatkan kerjasama dengan Peru, maka Pemerintah Indonesia telah membuka Kantor Perwakilan (KBRI) di Lima yang mulai menjalankan aktifitas pada tanggal 20 Februari 2002.
Hubungan perdagangan antara kedua negara walaupun masih relatif kecil tetapi cenderung meningkat pada 3 tahun terakhir dengan surplus di pihak Indonesia. Volume perdagangan kedua negara pada tahun 2006 adalah sebesar US$ 65,574 juta, pada tahun 2007 volume perdagangan kedua negara meningkat sebesar 6,92% menjadi  US$ 70,116 juta. Pada tahun 2008 total perdagangan telah mencapai US$ 86,031 juta naik sebesar 22,69% dari tahun 2007 dengan nilai ekspor sebesar US$  49,850 juta dan impor sebesar US$ 36,180 juta memberikan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 13,670 juta. Dan tahun 2009 Indonesia mendapatkan surplus sebesar US$ 14,699 juta. Ekspor Indonesia ke Peru antara lain radio tape, asam sulfur, printer, karet alam, gelas, computer, kamera video, produk tekstil, pakaian, kertas, kendaraan bermotor (rakitan di Indonesia), suku cadang kendaraan bermotor, ban, alas kaki, dinner ware, kulkas. Sedangkan komoditi impor Indonesia dari Peru antara lain tepung ikan dan fish oil, anggur segar, copper sulfate, produk perunggu, kabel akrilik, kapas, wool (alpaca dan llama).

Berikut adalah neraca perdagangan antara Indonesia-Peru:


Analisis :
Di lihat dari neraca perdagangan internasional Indonesia - Peru pada tahun 2004 - 2009 yaitu pada tahun 2004 dan 2005 Indonesia mengalami devisit. Tetapi pada tahun 2006-2009 Indonesia mendapatkan surplus, yaitu pada tahun 2006 US$ 3,244 juta, tahun 2007 US$ 14,173 juta, tahun 2008 US$ 13,670, dan tahun 2009 US$ 14,699 juta.


















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Neraca Perdagangan Internasional merupakan suatu catatan yang memuat atau mencatat semua transaksi ekspor dan transaksi impor barang suatu negara. Neraca perdagangan dibuat agar suatu negara dapat mengetahui perkembangan perdagangan internasional yang dilakukan. Jenis-jenis neraca suatu perdagangan ialah surplus, defisit, dan seimbang. Neraca perdagangan internasional bermanfaat sebagai tolak ukur arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan pihak terkait, untuk mengetahui besaran jumlah pengeluaran dan pendapatan suatu negara, dan untuk menjadi informasi kegiatan ekonomi internasional.

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu yang mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa. Sedangkan neraca perdagangan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan selisih antara ekspor dan impor. Dapat dikatakan surplus apabila nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Sedangkan sebaliknya jika nilai ekspor lebih rendah dari nilai impor maka neraca perdagangan tersebut mengalami defisit.

Neraca pembayaran dan neraca perdagangan merupakan hal terpenting dalam melakukan kontrol kegiatan perekonomian internasional. Neraca pembayaran dan perdagangan sangat berguna untuk mengumpulkan informasi perekonomian suatu negara sehingga pelaku kegiatan ekonomi suatu negara tersebut dapat mengambil tindakan atau langkah-langkah yang diperlukan dalam melakukan kegiatan ekonomi tingkat internasional.










DAFTAR PUSTAKA

Nopirin. (1991). Ekonomi Internasional. Yogyakarta: BPFE

1 komentar:

  1. The gambling industry in the US has a long way to go
    The 밀양 출장마사지 United States' gambling industry has a long way to go: The United States' gambling industry 광주광역 출장샵 has 안동 출장마사지 a long way to 양주 출장안마 go: 포항 출장마사지 The United States' gambling

    BalasHapus